Perhitungan Kubikasi Rancangan Geometrik Jalan Raya

Berikut cara memperhitungkan KUBIKASI rancangan geometrik jalan raya, dan disini hanya saya jelaskan sepintas saja, dan satu sample gambar saja :)

Gambar Bendung

Gambar bendung.

Pemasangan Bouwplank

Ilmu teknik sipil – Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengukuran:

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Beton Serat

Beton serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat[1]. Tujuan penambahan serat tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sehingga beton tahan terhadap gaya tarik akibat, cuaca, iklim dan temperatur yang biasanya terjadi pada beton dengan permukaannya yang luas.

Pelaksanaan dan Laporan Kegiatan Lapangan


Program Pelaksanaan

        Penyedia jasa harus melaksanakan program dan jadual pelaksanaan sesuai dengan syarat-syarat dokumen lelang dengan menggunakan bar chart dan kurva S. Aktifitas yang terlihat pada program harus sudah termasuk pelaksanaan pekerjaan sementara dan tetap.


Laporan Bulanan Kemajuan Pelaksanaan

        Setiap bulannya kontraktor harus membuat dua kali laporan yaitu pada pertengahan bulan dan akhir bulan, yang menggambarkan secara detail kemajuan pekerjaan. Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut:

  • Persentase kemajuan pekerjaan bedasarkan kenyataan yang dicapai pada bulan laporan dan persentase rencana yang diprogramkan pada bulan berikutnya.
  • Persentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase rencana pekerjaan harus sesuai dengan yang dicapai pada laporan
  • Rencana kegiatan untuk bulan berikutnya.

Laporan Harian

    Kontraktor harus membuat laporan harian atas setiap kegiatan yang dilaksanakan, persiapan pekerjaan dan peralatan serta data-data lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.


Foto Kemajuan Pekerjaan

        Penyedia jasa harus menyerahkan photo kemajuan pekerjaan kepada direksi pekerjaan mengenai kemajuan pekerjaan pada lokasi pekerjaan selama masa kontrak. Foto diambil pada waktu:

  • Sebelum pekerjaan dimulai atau pada waktu pemasangan bouwplank
  • Kemajuan pekerjaan mencapai 50 % (sedang dilaksanakan)
  • Kemajuan pelaksanaan 100 %
  • Selesai masa pemeliharaan


Note: Format laporan disesuaikan dengan devisi pekerjaan dan jenis pekerjaan

SPESIFIKASI TEKNIS (BAHAN - BAHAN UMUM) - TULANGAN

 BESI TULANGAN


A. Bahan-bahan dan Ukuran Tulangan

        Semua tulangan beton harus baru dan sesuai dengan Standar Indonesia (SNI 2052:2017 atau aturan yang berlaku lainnya) serta disetujui oleh direksi pekerjaan.


B. Pembuatan dan Pembersihan

        Tulangan beton, sebelum dipasang harus bebas dari kotoran-kotoran, minyak, oli dan lapisan yang akan merusak atau mengurangi mutu. Tulangan harus dilekukkan dengan tepat menurut ukuran yang ditunjukkan  pada gambar-gambar yang dilampirkan atau gambar konstruksi yang harus diselesaikan oleh kontraktor.

    Tulangan jangan diluruskan atau dilekukkan kembali dengan cara yang akan merusak bahan. Batangan dengan putaran/lekukan  yang tidak ditunjukkan pada gambar janganlah digunakan.  Semua batangan harus dilekukkan dalam keadaan dingin. Pemanasan hanya diperbolehkan bila seluruh operasi disetujui oleh direksi pekerjaan.


C. Pemasangan

  • Tulangan harus ditempatkan secara tepat dan dijamin terhadap penggesekan dengan menggunakan ikatan kawat besi atau klip-klip yang cocok pada persilangan, dan harus diganjal dengan kepingan beton atau logam sesuai dengan keperluan konstruksi.  Didalam semua hal, pengganjal yang cukup untuk tulangan mendatar harus digunakan sehingga tidak akan ada pelenturan batangan.
  • Tulangan di dalam plat beton di atas tanah harus ditopang dengan beton yang dicor sebelumnya.


D. Sambungan

        Bila diperlukan menyambung  tulangan pada satu titik selain dari yang ditunjuk pada gambar, ciri sambungan harus disetujui oleh direksi pekerjaan.


E. Pengukuran dan Pembayaran

  • Harga satuan kontrak di dalam daftar kuantitas dan harga dimana tulangan digunakan, akan meliputi harga yang tepat dimana tulangan digunakan, pembongkaran, penyimpanan, penanganan dan pemasangan  di tempat-tempat pemakaian akhir di dalam konstruksi beton tulang dan pekerjaan-pekerjaan lainnya.
  • Tidak ada pembayaran tersendiri untuk tulangan yang terbuang, hilang atau tidak diperhitungkan sebagai akibat penanganan yang tidak tepat, serta tulangan yang digunakan sebagai pengganti tulangan beton yang rusak atau digunakan oleh penyedia jasa dengan memungkinkan atau memudahkan pelaksanaan konstruksinya.
  • Semua biaya penyediaan tulangan sudah termasuk kedalam harga satuan penawaran seperti di dalam daftar kuantitas dan harga untuk uraian yang tepat dimana tulangan digunakan.


Note: Ini hanya contoh, spesifikasi teknis bisa saja berbeda, karena disusun oleh Panitia Pengadaan sesuai dengan referensi yang dipunya.

SPESIFIKASI TEKNIS (BAHAN - BAHAN UMUM) - AGREGAT

 PASIR, AGREGAT DAN BAHAN-BAHAN PERKUATAN


1. Agregat Halus (Pasir)

Sesuai  dengan  ketentuan  type  dan  jenis  pasir  yang  dibutuhkan  dalam  pekerjaan konstruksi, adalah : Pasir alam (natural sand), dimana pasir diambil dari sungai-sungai ataupun pasir yang didapat dari lain sumber, dan ini semua harus disetujui oleh direksi pekerjaan.

Deposit pasir alam harus dibersihkan dari vegetasi, bahan-bahan lain yang mengotori dan yang dapat menjadikan kualitas pasir menjadi jelek.

(Penejalasan ini bisa diambil dari berbagai sumber)


2. Agegrat Kasar (Kerikil)

Agregat  kasar  harus  didapat  dari  sumber-sumber  yang  telah  disetujui  oleh direksi pekerjaan yang terdiri dari kerikil, batu gunung atau campuran dari keduanya.Agregat kasar harus bersih dan bebas dari bahan-bahan lunak.

Agregat kasar harus dengan gradasi yang baik dengan ukuran butir 5 mm – 50 mm.

(Penejalasan ini bisa diambil dari berbagai sumber)


3. Bahan-bahan Perkuatan atau Batu

Batu diperoleh dari suatu tempat pengambilan yang telah disetujui direksi pekerjaan. Batu-batu yang dipakai adalah batu kali (boulder) atau batu gunung.

Batu yang akan dipakai untuk beberapa keperluan dalam pekerjaan ini haruslah batu pecah (belah) yang ukurannya disesuaikan dengan keperluan atau gambar kerja.

Batu yang digunakan untuk konstruksi talud, batu pelindung (armor rock) harus dari batu yang bersifat keras, Specific Gravity *Gs) 2,5 Ton/m3, tidak menunjukkan tanda lapuk,  bentuk  persegi  panjang  tak  beraturan,  bergradasi  baik,  dengan  ukuran  sesuai dengan persyaratan, berupa batu belah  yang berasal dari batu kali atau batu gunung. Batu yang tidak bersudut sama sekali tidak diperbolehkan untuk dipakai.

Untuk  konstruksi  pesangan  batu  kosong,  bentuk  batu  sedemikian  rupa  mengingat pasangannya  tidak  menggunakan  perekat,  sehingga  celah-celah  kosong  dapat  dan harus  diisi  dengan  batu  yang  berukuran  lebih  kecil,  dan  disesuaikan  dengan  gambar desain atau gambar kerja.

Batu untuk pasangan harus dibentuk/dibuat dengan ukuran seperti pada  gambar atau sesuai dengan perintah Direksi.

Note: Ini hanya contoh, spesifikasi teknis bisa saja berbeda, karena disusun oleh Panitia Pengadaan sesuai dengan referensi yang dipunya.

SPESIFIKASI TEKNIS (BAHAN - BAHAN UMUM) - SEMEN PORTLAND

SEMEN PORTLAND

1. Semen Portland

Semen  yang  dipakai  adalah  Semen  Portland  sesuai  dengan  Standard  Indonesia N.I.8,ASTM. Model C.150 atau Standar Inggris Model BS.12. (Biasanya sering juga dirujuk ke SNI 6385 : 2016)


2. Pengujian dan Pemeriksaan

Sampling,  pemeriksaan  dan  pengujian  semen-semen  bila  diperlukan  akan  dilakukan oleh direksi pekerjaan dan bahwa sampling, pengujian dan pemeriksaan harus sesuai dengan Standar Indonesia.

Direksi pekerjaan dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang setiap waktu sebelum  semen  tersebut  digunakan.  Semen  yang  tidak  memenuhi  syarat  tidak  akan dipakai.


3. Gudang dan Penyimpanan

Bila penyedia  jasa mendatangkan  semen  dalam  jumlah  yang  besar  dimana  semen tersebut  tidak  habis  dipakai  dalam  beberapa  hari,  maka penyedia  jasa harus menyediakan tempat penyimpanan yang baik sehingga semen tersebut terlindung dari kelembaban dan pembekuan.

Untuk menghindari penyimpanan yang terlalu lama, penggunaan semen-semen diatur secara  berurutan  sesuai  dengan  urutan  waktu  pengiriman  (chronological  order)  ke tempat penyimpanan.


Note: Ini hanya contoh, spesifikasi teknis bisa saja berbeda, karena disusun oleh Panitia Pengadaan sesuai dengan referensi yang dipunya.

Contoh Surat Permohonan Uang Muka

 

 KOP PERUSAHAAN 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Peralatan Konstruksi

 KOP SURAT PERUSAHAAN PENYEWA ALAT