Perhitungan Kubikasi Rancangan Geometrik Jalan Raya

Berikut cara memperhitungkan KUBIKASI rancangan geometrik jalan raya, dan disini hanya saya jelaskan sepintas saja, dan satu sample gambar saja :)

Gambar Bendung

Gambar bendung.

Pemasangan Bouwplank

Ilmu teknik sipil – Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengukuran:

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Beton Serat

Beton serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat[1]. Tujuan penambahan serat tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sehingga beton tahan terhadap gaya tarik akibat, cuaca, iklim dan temperatur yang biasanya terjadi pada beton dengan permukaannya yang luas.

Tampilkan postingan dengan label Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan. Tampilkan semua postingan

SPESIFIKASI TEKNIS (BAHAN - BAHAN UMUM) - SEMEN PORTLAND

SEMEN PORTLAND

1. Semen Portland

Semen  yang  dipakai  adalah  Semen  Portland  sesuai  dengan  Standard  Indonesia N.I.8,ASTM. Model C.150 atau Standar Inggris Model BS.12. (Biasanya sering juga dirujuk ke SNI 6385 : 2016)


2. Pengujian dan Pemeriksaan

Sampling,  pemeriksaan  dan  pengujian  semen-semen  bila  diperlukan  akan  dilakukan oleh direksi pekerjaan dan bahwa sampling, pengujian dan pemeriksaan harus sesuai dengan Standar Indonesia.

Direksi pekerjaan dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang setiap waktu sebelum  semen  tersebut  digunakan.  Semen  yang  tidak  memenuhi  syarat  tidak  akan dipakai.


3. Gudang dan Penyimpanan

Bila penyedia  jasa mendatangkan  semen  dalam  jumlah  yang  besar  dimana  semen tersebut  tidak  habis  dipakai  dalam  beberapa  hari,  maka penyedia  jasa harus menyediakan tempat penyimpanan yang baik sehingga semen tersebut terlindung dari kelembaban dan pembekuan.

Untuk menghindari penyimpanan yang terlalu lama, penggunaan semen-semen diatur secara  berurutan  sesuai  dengan  urutan  waktu  pengiriman  (chronological  order)  ke tempat penyimpanan.


Note: Ini hanya contoh, spesifikasi teknis bisa saja berbeda, karena disusun oleh Panitia Pengadaan sesuai dengan referensi yang dipunya.

Pengertian Perencanaan Geometrik Jalan Raya

Pengertian Perencanaan Geometrik Jalan Raya


Perencanaan geometrik jalan raya merupakan bagian perencanaan jalan yang dititik beratkan pada bentuk fisik, sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai aksesibilitas dari daerah asal dan tujuan.

Adapun mengingat fungsi dasar dari jalan yang sangat penting yaitu memberikan pelayanan kepada pengguna jalan yang optimal maka diperlukan perencanaan jalan yang memadai, salah satunya adalah perencanaan geometric jalan. Dengan perencanaan geometrik yang optimal akan menghasilkan infrastruktur yang nyaman, efisien pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan rasio penggunaan / biaya pelaksanaan ruang.

Dalam perencanaan geometrik jalan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal didasarkan pada sifat gerakan dan ukuran kendaraan sifat pengemudi dalam mengendalikan kendaraan dan karakteristik arus lalu lintas.

Jalan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan, maka jalan mempunyai arti penting bagi laju pertumbuhan suatu daerah sehingga dengan tersedianya jalan yang baik pembangunan lainnya dapat menunjang. Maksud dan tujuan pembangunan jalan adalah untuk menerobos daerah yang terisolir sehingga hubungan antar daerahdapat terjadi dan akhirnya masyarakat di daerah sekitarnya meningkat.

Untuk sebagai proses kesuksesannya perlu ditinjau sejauh mana tingkat pelayanan masyarakat saat ini, karena semau itu demi untuk kita semua.

Perencanaan Geometrik Jalan Raya ini meliputi perhitungan trase jalan, penampang melintang, jarak pandangan henti, alinemen horizontal, alinemen vertical, saluran atau drainase dan pekerjaan tanah.

Tujuan Perencanaan Geometrik Jalan Raya

Tujuan dari penulisan Perencanaan Geometrik Jalan Raya ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam membuat perencanaan geometrik jalan raya dan dapat mencari pemecahannya, sehingga mendapatkan suatu jalur atau rute yang baik dan aman bagi pengemudi kendaraan.

Perhitungan Kubikasi Rancangan Geometrik Jalan Raya

Tentunya bagi anak sipil ini rancangan gak bakal terlewat kan? Toh, kok sempat ini ga di buat bakal gak dapat ST lho..
haha

Berikut cara memperhitungkan KUBIKASI rancangan geometrik jalan raya, dan disini hanya saya jelaskan sepintas saja, dan satu sample gambar saja :)

Menurut Cart F. Mayer David W. Gibson (1981) untuk menghitung besarnya galian dan timbunan dapat digunakan persamaan sebagai berikut:
a.         Segitiga        : A = 1/2 . a . t
b.        Trapesium    : A = (a+b/)2 . t
c.         Segiempat    : A = p x l


Sta 0 + 0,00
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,1) x 2,0)  =  2,2   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,1 + 0,4) x 2,5)     3,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 0,4 + 0) x 3,5)         1,4  m2
                           Total Galian                    7,35m2  
                           Total Timbunan            =   0,00m2 


Sta 0 + 120
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,1) x 2,0)  =  2,2   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,1 + 0,4) x 2,5)     3,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 0,4 + 0) x 3,5)         1,4  m2
                           Total Galian                    7,35m2  
                           Total Timbunan            =   0,00m2 


Sta 0 + 240
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,9) x 2,0) = 3,80  m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,9 + 2,7) x 2,5)   =11,5   m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 2,7 + 3,00) x 3,5) = 19,95 m2
                           Total Galian                 = 0,00 m2  
                           Total Timbunan           = 35,25 m2 

Sta 0 + 360
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 3,9) x 2,0) =   7,8  m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 3,9 + 4,7) x 2,5)   21,5  m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 4,7 + 5,0) x 3,5)   33,95 m2
                           Total Galian                   = 0,00 m2  
                           Total Timbunan             =63,25 m2 
Gambar untuk STA 0+360
 


Sta 0 + 480
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,4) x 2,0) = 2,80   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,4 + 2,2) x 2,5)   9,0     m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 2,2 + 2,5) x 3,5)   16, 45 m2
                           Total Galian                   = 0,00 m2  
                           Total Timbunan             =28,25 m2 

Sta 0 + 600
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 9,5) x 2,0) = 19,0   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 9,5 + 8,8) x 2,5)   45,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 8,8 + 8,4) x 3,5)   60,2   m2
                           Total Galian                   = 124,95 m2  
                           Total Timbunan             = 0,00     m2 

Sta 0 + 720
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 6,9) x 2,0) = 13,8  m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 6,9 + 6,2) x 2,5)   32,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 6,2 + 5,8) x 3,5)   42     m2
                           Total Galian                   = 88,55 m2  
                           Total Timbunan             = 0,00   m2 

Sta 0 + 840
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 4,7) x 2,0) = 9,4     m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 4,7 + 4) x 2,5)      21,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 4 + 3,6) x 3,5)   26,6 m2
                           Total Galian                   = 57,75 m2  
                           Total Timbunan             =  0,00 m2 

Sta 0 + 960
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 3,6) x 2,0) = 7,2     m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 3,6 + 2,9) x 2,5)   16,25 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 2,9 + 2,5) x 3,5)   18,9   m2
                           Total Galian                   = 42,35 m2  
                           Total Timbunan             =  0,00  m2 

Sta 0 + 1080
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,6) x 2,0) = 3,2  m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,6 + 0,9) x 2,5)   6,25 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 0,9 + 0,5) x 3,5)   4,9  m2
                           Total Galian                   = 14,35 m2  
                           Total Timbunan             =  0,00 m2 

Sta 1 + 200
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,1) x 2,0)  =  2,2   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,1 + 0,4) x 2,5)     3,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 0,4 + 0) x 3,5)         1,4  m2
                           Total Galian                    7,35m2  
                           Total Timbunan            =   0,00m2 

Sta 1 + 320
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 2,5) x 2,0) = 5,0   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 2,5 + 1,8) x 2,5)   10,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 1,8 + 1,4) x 3,5)   11,2  m2
                           Total Galian                   = 26,95 m2  
                           Total Timbunan             =  0,00  m2 
Sta 1 + 440
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 3,4) x 2,0) = 6,8   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 3,4 + 2,7) x 2,5)   15,25 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 2,7 + 2,3) x 3,5)   17,5  m2
                           Total Galian                   = 39,55 m2  
                           Total Timbunan             =   0,00 m2 

Sta 1 + 560
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 4,3) x 2,0) = 8,6   m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 4,3 + 3,6) x 2,5)   19,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 3,6 + 3,3) x 3,5)   24,15 m2
                           Total Galian                   = 52,5 m2  
                           Total Timbunan             =  0,00 m2 

Sta 1 + 680
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 1,7) x 2,0) = 3,4  m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 1,7 + 1,0) x 2,5)   6,75 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 1,0 + 0,6) x 3,5)   5,6  m2
                           Total Galian                   = 15,75 m2  
                           Total Timbunan             =  0,00 m2 

Sta 1 + 800
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 2,6) x 2,0) = 5,2  m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 2,6 + 1,9) x 2,5)   11,25 m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 1,9 + 1,5) x 3,5)   11,9 m2
                           Total Galian                   = 28,35 m2  
                           Total Timbunan             =   0,00 m2 

Sta 1 + 880
I    = VI 2 x (0,5 x ( 0,00 + 0,5) x 2,0) = m2
II  = V   2 x (0,5 x ( 0,5 + 0,3) x 2,5)   m2
III = IV 2 x (0,5 x ( 0,3 + 0,6) x 3,5)   3,15 m2
                           Total Galian                 = 0,00 m2  
                           Total Timbunan           = 6,15 m2 

Setalah mencari luas areanya, maka untuk mencari kubikasi dikalikan dengan panjang STA :

TABEL VOLUME KUBIKASI TANAH
STA Jarak Luas Tampang m2 Luas Tampang Rata-rata Volume m3 Volume m3
Galian Timbunan Galian Timbunan Galian Timbunan Komulatif
0 + 0.00 7,35 0,00
120 7,35 0,00 882,00 0,00 882,00
0 + 120 7,35 0,00
120 3,68 17,63 441,00 2115,00 -1674,00
0  + 240 0,00 35,25
120 0,00 49,25 0,00 5910,00 -5910,00
0 + 360 0,00 63,25
120 0,00 45,75 0,00 5490,00 -5490,00
0 + 480 0,00 28,25
120 62,48 14,13 7497,00 1695,00 5802,00
0 + 600 124,95 0,00
120 106,75 0,00 12810,00 0,00 12810,00
0 + 720 88,55 0,00
120 73,15 0,00 8778,00 0,00 8778,00
0 + 840 57,75 0,00
120 50,05 0,00 6006,00 0,00 6006,00
0 + 960 42,35 0,00
120 28,35 0,00 3402,00 0,00 3402,00
1 + 080 14,35 0,00
120 10,85 0,00 1302,00 0,00 1302,00
   1 + 200 7,35 0,00
120 17,15 0,00 2058,00 0,00 2058,00
   1 + 320 26,95 0,00
120 33,25 0,00 3990,00 0,00 3990,00
   1 + 440 39,55 0,00
120 46,03 0,00 5523,00 0,00 5523,00
   1 + 560 52,50 0,00
120 34,13 0,00 4095,00 0,00 4095,00
   1 + 680 15,75 0,00
120 22,05 0,00 2646,00 0,00 2646,00
   1 + 800 28,35 0,00
80 14,18 3,08 1134,00 246,00 888,00
   1 + 880 0,00 6,15
Total 60564,00 15456,00 45108,00




Selajutnya jarak STA dan Volume komulatif di plotkan kedalam grafik.