Perhitungan Kubikasi Rancangan Geometrik Jalan Raya

Berikut cara memperhitungkan KUBIKASI rancangan geometrik jalan raya, dan disini hanya saya jelaskan sepintas saja, dan satu sample gambar saja :)

Gambar Bendung

Gambar bendung.

Pemasangan Bouwplank

Ilmu teknik sipil – Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengukuran:

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Beton Serat

Beton serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat[1]. Tujuan penambahan serat tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sehingga beton tahan terhadap gaya tarik akibat, cuaca, iklim dan temperatur yang biasanya terjadi pada beton dengan permukaannya yang luas.

Tampilkan postingan dengan label Panitia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panitia. Tampilkan semua postingan

SPESIFIKASI TEKNIS (BAHAN - BAHAN UMUM) - AGREGAT

 PASIR, AGREGAT DAN BAHAN-BAHAN PERKUATAN


1. Agregat Halus (Pasir)

Sesuai  dengan  ketentuan  type  dan  jenis  pasir  yang  dibutuhkan  dalam  pekerjaan konstruksi, adalah : Pasir alam (natural sand), dimana pasir diambil dari sungai-sungai ataupun pasir yang didapat dari lain sumber, dan ini semua harus disetujui oleh direksi pekerjaan.

Deposit pasir alam harus dibersihkan dari vegetasi, bahan-bahan lain yang mengotori dan yang dapat menjadikan kualitas pasir menjadi jelek.

(Penejalasan ini bisa diambil dari berbagai sumber)


2. Agegrat Kasar (Kerikil)

Agregat  kasar  harus  didapat  dari  sumber-sumber  yang  telah  disetujui  oleh direksi pekerjaan yang terdiri dari kerikil, batu gunung atau campuran dari keduanya.Agregat kasar harus bersih dan bebas dari bahan-bahan lunak.

Agregat kasar harus dengan gradasi yang baik dengan ukuran butir 5 mm – 50 mm.

(Penejalasan ini bisa diambil dari berbagai sumber)


3. Bahan-bahan Perkuatan atau Batu

Batu diperoleh dari suatu tempat pengambilan yang telah disetujui direksi pekerjaan. Batu-batu yang dipakai adalah batu kali (boulder) atau batu gunung.

Batu yang akan dipakai untuk beberapa keperluan dalam pekerjaan ini haruslah batu pecah (belah) yang ukurannya disesuaikan dengan keperluan atau gambar kerja.

Batu yang digunakan untuk konstruksi talud, batu pelindung (armor rock) harus dari batu yang bersifat keras, Specific Gravity *Gs) 2,5 Ton/m3, tidak menunjukkan tanda lapuk,  bentuk  persegi  panjang  tak  beraturan,  bergradasi  baik,  dengan  ukuran  sesuai dengan persyaratan, berupa batu belah  yang berasal dari batu kali atau batu gunung. Batu yang tidak bersudut sama sekali tidak diperbolehkan untuk dipakai.

Untuk  konstruksi  pesangan  batu  kosong,  bentuk  batu  sedemikian  rupa  mengingat pasangannya  tidak  menggunakan  perekat,  sehingga  celah-celah  kosong  dapat  dan harus  diisi  dengan  batu  yang  berukuran  lebih  kecil,  dan  disesuaikan  dengan  gambar desain atau gambar kerja.

Batu untuk pasangan harus dibentuk/dibuat dengan ukuran seperti pada  gambar atau sesuai dengan perintah Direksi.

Note: Ini hanya contoh, spesifikasi teknis bisa saja berbeda, karena disusun oleh Panitia Pengadaan sesuai dengan referensi yang dipunya.

SPESIFIKASI TEKNIS (BAHAN - BAHAN UMUM) - SEMEN PORTLAND

SEMEN PORTLAND

1. Semen Portland

Semen  yang  dipakai  adalah  Semen  Portland  sesuai  dengan  Standard  Indonesia N.I.8,ASTM. Model C.150 atau Standar Inggris Model BS.12. (Biasanya sering juga dirujuk ke SNI 6385 : 2016)


2. Pengujian dan Pemeriksaan

Sampling,  pemeriksaan  dan  pengujian  semen-semen  bila  diperlukan  akan  dilakukan oleh direksi pekerjaan dan bahwa sampling, pengujian dan pemeriksaan harus sesuai dengan Standar Indonesia.

Direksi pekerjaan dapat memeriksa semen yang disimpan dalam gudang setiap waktu sebelum  semen  tersebut  digunakan.  Semen  yang  tidak  memenuhi  syarat  tidak  akan dipakai.


3. Gudang dan Penyimpanan

Bila penyedia  jasa mendatangkan  semen  dalam  jumlah  yang  besar  dimana  semen tersebut  tidak  habis  dipakai  dalam  beberapa  hari,  maka penyedia  jasa harus menyediakan tempat penyimpanan yang baik sehingga semen tersebut terlindung dari kelembaban dan pembekuan.

Untuk menghindari penyimpanan yang terlalu lama, penggunaan semen-semen diatur secara  berurutan  sesuai  dengan  urutan  waktu  pengiriman  (chronological  order)  ke tempat penyimpanan.


Note: Ini hanya contoh, spesifikasi teknis bisa saja berbeda, karena disusun oleh Panitia Pengadaan sesuai dengan referensi yang dipunya.

Contoh Pakta Integritas

PAKTA INTEGRITAS



Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
:
(nama direktur)
No.Identitas
:
(biasanya nomor KTP)
Jabatan
:
Direktur
Bertindak untuk
dan atas nama
:
(nama perusahaan)

dalam rangka pekerjaan (nama paket pekerjaan) pada (instansi pemilik pekerjaan/dinas terkait)  dengan ini menyatakan bahwa:


  1. tidak akan melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN);
  2. akan melaporkan kepada APIP Inspektorat Kota Banda Aceh  dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN di dalam proses pengadaan ini;
  3. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih, transparan, dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
  4. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima  sanksi administratif, menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana.  






Tempat, tanggal, bulan, tahun
(nama perusahaan)

                                 (materai 6000)

(nama direktur)

Direktur

Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan

Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 

Panitia/pejabat penerima hasil pekerjaan mempunyai tugas pokok dan kewenangan untuk:
  1. Melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak
  2. Menerima hasil pengadaan barang/jasa setelah melalui pemeriksaan/pengujian
  3. Membuat dan menandatangani berita acara serah terima hasil pekerjaan
Apabila pekerjaan yang dikerjakan oleh rekanan belum sesuai dengan apa yang tertera dikontak, atau gambar rencana. Maka Penjabat penerima hasil pekerjaan bisa menolak hasil pekerjaan tersebut dan rekanan harus memperbaiki kembali.