Perhitungan Kubikasi Rancangan Geometrik Jalan Raya

Berikut cara memperhitungkan KUBIKASI rancangan geometrik jalan raya, dan disini hanya saya jelaskan sepintas saja, dan satu sample gambar saja :)

Gambar Bendung

Gambar bendung.

Pemasangan Bouwplank

Ilmu teknik sipil – Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengukuran:

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Format Surat Teguran Keterlambatan Proyek/Pekerjaan

Beton Serat

Beton serat adalah beton yang cara pembuatannya ditambah serat[1]. Tujuan penambahan serat tersebut adalah untuk meningkatkan kekuatan tarik beton, sehingga beton tahan terhadap gaya tarik akibat, cuaca, iklim dan temperatur yang biasanya terjadi pada beton dengan permukaannya yang luas.

Tampilkan postingan dengan label Perencanaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perencanaan. Tampilkan semua postingan

Rancangan Irigasi : Menghitung Evapotranspirasi Potensial Tanaman Acuan (ETo)

Menghitung Evapotranspirasi Potensial Tanaman Acuan (ETo)


Evapotranspirasi potensial tanaman acuan (ETo) dihitung dengan menggunakan rumus Penman Modifikasi. Rumus ini menghasilkan ETo dari tanaman acuan berupa rerumputan pendek dengan albedo 0,25. Ada 2 metode yang dapat digunakan pada rumus ini, yaitu :
1.      Metoda Nedeco/Prosida
2.      Metoda FAO
Dari kedua metoda tersebut, rumus Penman Modifikasi Metoda FAO lebih umum dipakai, yaitu seperti dijelaskan pada rumus dibawah ini.


dimana :
ET0      =  evapotranspirasi tanaman acuan (mm/hari)
c          = faktor yang menunjukkan pengaruh perbedaan kecepatan angin pada siang dengan malam hari
W        =  faktor pembobot
Rn       =  energi radiasi bersih yang menghasilkan evaporasi (mm/hari)
f(u)      = fungsi kecepatan angin rata-rata yang diukur pada ketinggian 2 m dengan  satuan kecepatan angin dalam (km/hari)
(ea-ed) =  perbedaan tekanan uap jenuh dengan tekanan uap aktual (mbar)

1. Faktor c

Tidak ada data yang membedakan kecepatan angin pada siang hari dan malam hari, maka nilai c dianggap 1.



2. Perbedaan tekanan uap (ea-ed)

Berdasarkan nilai temperatur rata-rata (Tmean), maka di peroleh dengan rumus :





dimana :
Rh       =  kelembaban relatif (%)
T          =  temperatur (oC)
Tmean =  temperatur udara rata-rata (oC)
ea         =  tekanan uap jenuh (mbar)

ed        =  tekanan uap aktual (mbar)


3.        Fungsi kecepatan angin f(u)


Pengaruh angin terhadap ET0 yang dihitung dengan rumus Penman Modifikasi ditunjukkan dengan rumus :
Sedangkan untuk mencari secara interpolasi linear digunakan rumus :


dimana :
f (u) =  fungsi kecepatan angin

                 u = kecepatan angin harian rata-rata, yang diukur pada ketinggian 2 m  (km/hari)


4. Faktor pembobot (W) dan (1-W)

Untuk mengkoreksi nilai faktor pembobot, maka faktor pembobot W menjelaskan bobot pengaruh perubahan tekanan dan energi radiasi terhadap ET0, secara matematis dapat dihitung :


Sedangkan untuk mencari secara interpolasi linear digunakan rumus :



dimana :
W        =  faktor pembobot
Δ          =  gradien perubahan tekanan uap terhadap perubahan temperatur
૪         =  konstanta psychrometric
z          =  ketinggian daerah yang diamati (m)
T          =  temperatur (oC)

5.      Radiasi bersih (Rn)

Radiasi bersih Rn adalah selisih semua radiasi yang datang dengan semua radiasi yang pergi meninggalkan permukaan bumi. Radiasi bersih dapat dihitung dengan rumus : 


untuk mencari secara interpolasi linear untuk f(t) digunakan rumus :


untuk mencari secara interpolasi linear untuk f(ed) digunakan rumus :


untuk mencari secara interpolasi linear untuk f(n/N) digunakan rumus:




dimana :
Rs        =  radiasi matahari yang sampai ke bumi (mm/hari)
Ra        =  radiasi yang sampai pada lapisan atas atmosfer (mm/hari)
Rns      =  radiasi bersih matahari gelombang pendek (mm/hari)
Rn1     =  radiasi bersih gelombang panjang (mm/hari)
Rn       =  radiasi bersih (mm/hari)
           n/N    =  perbandingan jam cerah aktual dengan jam cerah teoritis, yang besarnya sama dengan persentasepenyinaran matahari.
       α = albedo atau persentase radiasi yang dipantulkan, untuk tanaman acuan pada rumus Penman Modifikasi diambil  α = 0,25


Sumber : Rancangan Irigasi

Pengertian Perencanaan Geometrik Jalan Raya

Pengertian Perencanaan Geometrik Jalan Raya


Perencanaan geometrik jalan raya merupakan bagian perencanaan jalan yang dititik beratkan pada bentuk fisik, sehingga dapat memenuhi fungsi dasar dari jalan yaitu memberikan pelayanan yang optimum pada arus lalu lintas dan sebagai aksesibilitas dari daerah asal dan tujuan.

Adapun mengingat fungsi dasar dari jalan yang sangat penting yaitu memberikan pelayanan kepada pengguna jalan yang optimal maka diperlukan perencanaan jalan yang memadai, salah satunya adalah perencanaan geometric jalan. Dengan perencanaan geometrik yang optimal akan menghasilkan infrastruktur yang nyaman, efisien pelayanan arus lalu lintas dan memaksimalkan rasio penggunaan / biaya pelaksanaan ruang.

Dalam perencanaan geometrik jalan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal didasarkan pada sifat gerakan dan ukuran kendaraan sifat pengemudi dalam mengendalikan kendaraan dan karakteristik arus lalu lintas.

Jalan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan, maka jalan mempunyai arti penting bagi laju pertumbuhan suatu daerah sehingga dengan tersedianya jalan yang baik pembangunan lainnya dapat menunjang. Maksud dan tujuan pembangunan jalan adalah untuk menerobos daerah yang terisolir sehingga hubungan antar daerahdapat terjadi dan akhirnya masyarakat di daerah sekitarnya meningkat.

Untuk sebagai proses kesuksesannya perlu ditinjau sejauh mana tingkat pelayanan masyarakat saat ini, karena semau itu demi untuk kita semua.

Perencanaan Geometrik Jalan Raya ini meliputi perhitungan trase jalan, penampang melintang, jarak pandangan henti, alinemen horizontal, alinemen vertical, saluran atau drainase dan pekerjaan tanah.

Tujuan Perencanaan Geometrik Jalan Raya

Tujuan dari penulisan Perencanaan Geometrik Jalan Raya ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam membuat perencanaan geometrik jalan raya dan dapat mencari pemecahannya, sehingga mendapatkan suatu jalur atau rute yang baik dan aman bagi pengemudi kendaraan.