Rancangan Irigasi : Menghitung Evapotranspirasi Potensial Tanaman Acuan (ETo)

Menghitung Evapotranspirasi Potensial Tanaman Acuan (ETo)


Evapotranspirasi potensial tanaman acuan (ETo) dihitung dengan menggunakan rumus Penman Modifikasi. Rumus ini menghasilkan ETo dari tanaman acuan berupa rerumputan pendek dengan albedo 0,25. Ada 2 metode yang dapat digunakan pada rumus ini, yaitu :
1.      Metoda Nedeco/Prosida
2.      Metoda FAO
Dari kedua metoda tersebut, rumus Penman Modifikasi Metoda FAO lebih umum dipakai, yaitu seperti dijelaskan pada rumus dibawah ini.


dimana :
ET0      =  evapotranspirasi tanaman acuan (mm/hari)
c          = faktor yang menunjukkan pengaruh perbedaan kecepatan angin pada siang dengan malam hari
W        =  faktor pembobot
Rn       =  energi radiasi bersih yang menghasilkan evaporasi (mm/hari)
f(u)      = fungsi kecepatan angin rata-rata yang diukur pada ketinggian 2 m dengan  satuan kecepatan angin dalam (km/hari)
(ea-ed) =  perbedaan tekanan uap jenuh dengan tekanan uap aktual (mbar)

1. Faktor c

Tidak ada data yang membedakan kecepatan angin pada siang hari dan malam hari, maka nilai c dianggap 1.



2. Perbedaan tekanan uap (ea-ed)

Berdasarkan nilai temperatur rata-rata (Tmean), maka di peroleh dengan rumus :





dimana :
Rh       =  kelembaban relatif (%)
T          =  temperatur (oC)
Tmean =  temperatur udara rata-rata (oC)
ea         =  tekanan uap jenuh (mbar)

ed        =  tekanan uap aktual (mbar)


3.        Fungsi kecepatan angin f(u)


Pengaruh angin terhadap ET0 yang dihitung dengan rumus Penman Modifikasi ditunjukkan dengan rumus :
Sedangkan untuk mencari secara interpolasi linear digunakan rumus :


dimana :
f (u) =  fungsi kecepatan angin

                 u = kecepatan angin harian rata-rata, yang diukur pada ketinggian 2 m  (km/hari)


4. Faktor pembobot (W) dan (1-W)

Untuk mengkoreksi nilai faktor pembobot, maka faktor pembobot W menjelaskan bobot pengaruh perubahan tekanan dan energi radiasi terhadap ET0, secara matematis dapat dihitung :


Sedangkan untuk mencari secara interpolasi linear digunakan rumus :



dimana :
W        =  faktor pembobot
Δ          =  gradien perubahan tekanan uap terhadap perubahan temperatur
૪         =  konstanta psychrometric
z          =  ketinggian daerah yang diamati (m)
T          =  temperatur (oC)

5.      Radiasi bersih (Rn)

Radiasi bersih Rn adalah selisih semua radiasi yang datang dengan semua radiasi yang pergi meninggalkan permukaan bumi. Radiasi bersih dapat dihitung dengan rumus : 


untuk mencari secara interpolasi linear untuk f(t) digunakan rumus :


untuk mencari secara interpolasi linear untuk f(ed) digunakan rumus :


untuk mencari secara interpolasi linear untuk f(n/N) digunakan rumus:




dimana :
Rs        =  radiasi matahari yang sampai ke bumi (mm/hari)
Ra        =  radiasi yang sampai pada lapisan atas atmosfer (mm/hari)
Rns      =  radiasi bersih matahari gelombang pendek (mm/hari)
Rn1     =  radiasi bersih gelombang panjang (mm/hari)
Rn       =  radiasi bersih (mm/hari)
           n/N    =  perbandingan jam cerah aktual dengan jam cerah teoritis, yang besarnya sama dengan persentasepenyinaran matahari.
       α = albedo atau persentase radiasi yang dipantulkan, untuk tanaman acuan pada rumus Penman Modifikasi diambil  α = 0,25


Sumber : Rancangan Irigasi

0 komentar:

Posting Komentar